Kalkulator Average Down Saham
Advertisement
Google AdSense Placeholder
Tools Terkait
Kalkulator PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
Hitung PPN 11% dan 12% terbaru. Hitung harga termasuk PPN, PPN saja, atau harga sebelum PPN dengan mudah.
Kalkulator Diskon & Harga Setelah Diskon
Hitung harga setelah diskon, jumlah hemat, dan persentase diskon untuk belanja lebih cerdas.
Kalkulator Gaji Bersih (Take Home Pay)
Hitung gaji bersih (take home pay) setelah potongan PPh 21, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Tentang Kalkulator Average Down Saham

Tentang Tools Ini
Kalkulator Average Down Saham membantu investor menghitung harga rata-rata baru setelah membeli saham di harga yang lebih rendah (average down). Cocok untuk menentukan strategi akumulasi saham saat harga turun.
Fitur
- Hitung rata-rata harga saham setelah average down
- Input harga awal, lot awal, harga turun, lot tambahan
- Total modal yang dikeluarkan
- Perhitungan dalam satuan lot (1 lot = 100 lembar)
Manfaat
- Optimasi strategi akumulasi saham
- Mengetahui harga rata-rata baru dan potensi break-even
- Membantu keputusan: average down atau tidak
Cara Menggunakan
- 1Masukkan harga beli awal per lembar (Rp)
- 2Masukkan jumlah lot awal
- 3Masukkan harga beli baru saat turun (Rp)
- 4Masukkan jumlah lot tambahan
- 5Klik Hitung, lihat rata-rata baru dan total modal
Tips
- Average down hanya disarankan untuk saham fundamental bagus
- Jangan average down hanya karena harga turun tanpa analisis fundamental
- Batasi modal akumulasi, jangan over-invest di satu saham
- Gunakan teknik money management: tetap sisihkan dana darurat
Pertanyaan Umum
Average down adalah strategi membeli saham lagi di harga lebih rendah dari harga beli pertama untuk menurunkan harga rata-rata kepemilikan. Contoh: beli pertama di Rp1.000, beli kedua di Rp800, rata-rata jadi Rp900.
Average down baik dilakukan jika: 1) Fundamental perusahaan masih bagus, 2) Penurunan harga bersifat sementara (bukan tren turun struktural), 3) Anda punya dana cadangan.
Jangan average down jika: 1) Fundamental perusahaan memburuk, 2) Saham sedang tren turun jangka panjang, 3) Anda sudah over-invest di saham tersebut, 4) Hanya karena panik.
Average down: menambah posisi di harga lebih rendah (berharap rebound). Cut loss: menjual rugi untuk menghentikan kerugian lebih besar. Keduanya strategi yang valid tergantung situasi.