Dardura Tools

Simulasi Investasi Surat Berharga Negara (SBN)

Tenor otomatis: 3 tahun (36 bulan)

Minimal Rp 1.000.000

Pajak kupon SBN: 10% PPh Final (PP 91/2021). Pajak deposito: 20%.

Advertisement

Google AdSense Placeholder

Tentang Simulasi Investasi Surat Berharga Negara (SBN)

Ilustrasi Simulasi Investasi Surat Berharga Negara (SBN)

Tentang Tools Ini

Kalkulator SBN membantu Anda mensimulasikan kupon dan return investasi Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara akurat. Mendukung semua jenis SBN: ORI (Obligasi Ritel Indonesia), SR (Sukuk Ritel), ST (Sukuk Tabungan), dan SBR (Savings Bond Ritel). Menghitung kupon bersih setelah pajak final 10%, membandingkan dengan deposito, dan menghitung nominal investasi yang dibutuhkan untuk mencapai target passive income bulanan.

Fitur

  • Simulasi kupon SBN untuk ORI, SR, ST, dan SBR
  • Perhitungan kupon bersih setelah pajak final 10%
  • Perbandingan return SBN dengan deposito
  • Menghitung nominal investasi untuk target passive income
  • Mendukung tenor 2-10 tahun sesuai jenis SBN

Manfaat

  • Membantu perencanaan investasi pendapatan tetap
  • Mengetahui estimasi pendapatan bulanan dari SBN
  • Membandingkan SBN dengan deposito secara objektif
  • Menghitung kebutuhan nominal untuk target passive income
  • Menghindari kesalahan perhitungan pajak kupon

Cara Menggunakan

  1. 1Pilih jenis SBN: ORI, SR, ST, atau SBR
  2. 2Masukkan nominal investasi dalam Rupiah
  3. 3Masukkan tingkat kupon per tahun
  4. 4Pilih tenor investasi
  5. 5Klik tombol Hitung untuk melihat hasil simulasi kupon
  6. 6Gunakan tab lain untuk membandingkan dengan deposito atau hitung target passive income

Tips

  • Kupon SBN dibayarkan setiap bulan untuk jenis ritel
  • Pajak final SBN adalah 10%, lebih rendah dari deposito (20%)
  • ORI dan SR dapat diperdagangkan di pasar sekunder
  • ST dan SBR tidak dapat diperdagangkan tetapi memiliki fitur early redemption

Pertanyaan Umum

Kalkulator SBN adalah alat online gratis untuk mensimulasikan kupon dan return investasi Surat Berharga Negara (SBN) ritel setelah pajak. Mendukung semua jenis SBN: ORI, SR, ST, dan SBR, serta dapat membandingkan dengan deposito dan menghitung kebutuhan investasi untuk target passive income bulanan.
ORI (Obligasi Ritel Indonesia) berbasis konvensional dengan kupon tetap dan dapat diperdagangkan. SR (Sukuk Ritel) berbasis syariah dengan kupon tetap dan dapat diperdagangkan. ST (Sukuk Tabungan) berbasis syariah dengan kupon mengambang dan tidak dapat diperdagangkan. SBR (Savings Bond Ritel) berbasis konvensional dengan kupon mengambang dan tidak dapat diperdagangkan.
Pajak final kupon/imbal hasil SBN ritel adalah 10%, sesuai PP No. 91 Tahun 2021. Angka ini lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito yang sebesar 20%.
Minimal pembelian SBN ritel adalah Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) dan kelipatannya. Maksimal Rp 5.000.000.000 (lima miliar rupiah) per orang per seri.
Ya, SBN dijamin penuh oleh negara berdasarkan UU No. 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara dan UU No. 19 Tahun 2008 tentang SBSN. Pembayaran kupon dan pokok dianggarkan dalam APBN, sehingga risiko gagal bayar sangat rendah.

Tidak Menemukan Tools yang Anda Butuhkan?

Kirimkan request dan kami akan mempertimbangkan untuk menambahkannya.