Dardura Tools

Simulasi Hasil Investasi Reksadana

Advertisement

Google AdSense Placeholder

Simulasi Pertumbuhan Investasi Reksadana

Ilustrasi Simulasi Hasil Investasi Reksadana

Apa yang Dihitung oleh Kalkulator Reksadana Ini?

Kalkulator ini memperkirakan pertumbuhan investasi reksadana dari modal awal (lump sum) dan investasi rutin bulanan dengan asumsi imbal hasil tahunan yang kamu masukkan. Hasilnya menampilkan perkiraan nilai akhir, total setoran, dan estimasi keuntungan menggunakan prinsip bunga majemuk.

Modal yang Bisa Disimulasikan

  • Masukkan modal awal dalam Rupiah (boleh dikosongkan atau 0)
  • Tambahkan investasi rutin per bulan untuk simulasi nabung berkala
  • Atur asumsi imbal hasil per tahun (contoh bawaan 10%)
  • Tentukan jangka waktu investasi 1 hingga 50 tahun
  • Lihat nilai akhir, total setoran, dan estimasi keuntungan

Kegunaan Hasil Simulasi

  • Membandingkan hasil menabung sekali vs menabung rutin setiap bulan
  • Memperkirakan pertumbuhan dana untuk target jangka panjang
  • Membantu memahami efek bunga majemuk pada investasi rutin
  • Menjadi bahan perencanaan sebelum membeli produk reksadana

Cara Menggunakan Kalkulator Reksadana

  1. 1Isi modal awal yang ingin disimulasikan (contoh: 1000000)
  2. 2Isi nominal investasi rutin per bulan bila ada (contoh: 500000)
  3. 3Sesuaikan asumsi imbal hasil tahunan dan jangka waktu
  4. 4Klik tombol Simulasi Reksadana untuk melihat hasilnya
  5. 5Bandingkan beberapa skenario dengan mengubah angka imbal hasil atau jangka waktu

Asumsi Bunga Majemuk dan Keterbatasannya

  • Contoh simulasi: modal awal Rp1.000.000 ditambah Rp500.000 per bulan dengan imbal hasil 10% per tahun selama 5 tahun menghasilkan nilai akhir sekitar Rp40,65 juta dari total setoran Rp31 juta
  • Modal awal dihitung dengan bunga majemuk tahunan, sedangkan setoran bulanan dihitung dengan bunga majemuk bulanan (imbal hasil tahunan dibagi 12)
  • Hasil bersifat simulasi dan tidak menjamin return aktual karena kinerja reksadana dapat naik dan turun mengikuti pasar
  • Simulasi belum memperhitungkan biaya pembelian, biaya pengelolaan, dan pajak yang mungkin berlaku pada produk reksadana

Pertanyaan Umum

Modal awal disetor sekali di awal dan dihitung dengan bunga majemuk tahunan selama jangka waktu. Investasi rutin bulanan disetor setiap bulan dan dihitung dengan bunga majemuk bulanan, cocok untuk simulasi nabung berkala seperti reksadana dengan autodebit.
Nilai akhir modal awal dihitung dengan P × (1 + r)^t, sedangkan setoran bulanan dihitung dengan bunga majemuk bulanan memakai imbal hasil tahunan dibagi 12. Contoh modal awal Rp1.000.000 dan Rp500.000 per bulan dengan imbal hasil 10% selama 5 tahun menghasilkan nilai akhir sekitar Rp40,65 juta.
Tidak. Hasil hanyalah proyeksi matematis dari asumsi imbal hasil yang dimasukkan. Kinerja reksadana sesungguhnya bisa berbeda karena nilai investasi mengikuti pergerakan pasar dan tidak ada jaminan return.
Nilai akhir sangat bergantung pada asumsi imbal hasil tahunan. Jika angka yang dimasukkan negatif atau nol, pertumbuhan tidak terjadi dan nilai akhir bisa berada di bawah total setoran.
Belum. Simulasi menghitung pertumbuhan bersih dari asumsi imbal hasil tanpa biaya pembelian, biaya pengelolaan tahunan, dan pajak. Biaya dan pajak yang berlaku pada produk reksadana bisa mengurangi hasil aktual.
Jangka waktu yang bisa dimasukkan mulai dari 1 tahun hingga 50 tahun. Pilihan yang umum dipakai untuk simulasi dana pensiun atau pendidikan adalah 5–20 tahun.

Tidak Menemukan Tools yang Anda Butuhkan?

Kirimkan request dan kami akan mempertimbangkan untuk menambahkannya.