Kalkulator Konversi Suhu
°C
-
°F
-
K
-
°R
-
Advertisement
Google AdSense Placeholder
Tools Terkait
Kalkulator Konversi Bilangan
Konversi bilangan antar sistem: Biner, Oktal, Desimal, Heksadesimal secara instan dan akurat.
Kalkulator Persen
Hitung persentase dengan 4 mode: X% dari Y, X dari Y berapa %, perubahan persen, dan tambah/kurangi persen. Lengkap dengan langkah penyelesaian.
Kalkulator Pecahan
Operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan. Hasil dalam pecahan sederhana, campuran, dan desimal. Lengkap langkah penyelesaian.
Tentang Kalkulator Konversi Suhu

Tentang Tools Ini
Kalkulator Konversi Suhu mengubah suhu antar empat satuan: Celsius, Fahrenheit, Kelvin, dan Reamur secara instan. Masukkan suhu dalam satu satuan dan dapatkan hasil konversi ke semua satuan lainnya. Dilengkapi rumus konversi, tabel suhu referensi, dan indikator visual termometer.
Fitur
- Konversi 4 satuan suhu: Celsius, Fahrenheit, Kelvin, Reamur
- Input negatif untuk Celsius, Fahrenheit, dan Reamur
- Hasil real-time ke semua satuan secara bersamaan
- Tabel referensi suhu (titik beku, suhu tubuh, titik didih)
- Indikator visual termometer
- Rumus konversi ditampilkan
Manfaat
- Cocok untuk pelajar, guru, dan praktisi laboratorium
- Validasi hasil dengan tabel referensi
- Memahami konteks suhu secara visual
- Konversi akurat sesuai standar SI
Cara Menggunakan
- 1Pilih satuan suhu asal (°C, °F, K, atau °R)
- 2Masukkan nilai suhu
- 3Lihat hasil konversi ke ketiga satuan lainnya secara otomatis
Tips
- Kelvin tidak boleh negatif karena skala absolut (0 K = -273,15°C)
- Untuk perbedaan suhu: 1°C = 1 K = 1,8°F = 0,8°R
- Gunakan tabel referensi untuk validasi hasil
Pertanyaan Umum
Skala Fahrenheit diperkenalkan oleh Daniel Gabriel Fahrenheit pada 1724 dan diadopsi luas di negara berbahasa Inggris. Amerika Serikat dan beberapa negara karibia masih memakainya untuk kebutuhan sehari-hari, meskipun untuk sains dan medis tetap menggunakan Celsius/Kelvin.
Nol mutlak adalah suhu paling rendah secara teoritis, yaitu 0 K atau -273,15°C, ketika gerak molekuler berhenti sepenuhnya. Suhu ini tidak pernah bisa dicapai secara fisik berdasarkan hukum termodinamika ketiga.
Celsius dan Kelvin memiliki interval yang sama (1°C = 1 K), tetapi titik nolnya berbeda. Kelvin dipakai dalam fisika dan kimia karena merupakan skala absolut sehingga bisa dipakai langsung dalam persamaan gas ideal dan hukum termodinamika.
Saat ini hampir tidak dipakai dalam praktik internasional. Di Indonesia masih sering muncul di pelajaran fisika sekolah sebagai bahan konversi, tetapi tidak digunakan untuk pengukuran resmi. BMKG dan dunia medis Indonesia memakai Celsius.